Otomotif | Otomotif - Automotive | Mobil - Sepeda Motor

Titles Titles & descriptions

  

Cuci mesin mobil - jika cuci mesin mobil, awas terjadi korslet sensor -sensor yg penting..


Sponsored Links
 Print this page 

Author: Penulis/Foto: Toncil / Rio

Curah hujan sudah mulai meningkat. Ada komponen yang harus diperhatikan kebersihannya. Ruang mesin salah satunya.

 

Karena di situlah letak pusat kehidupan mobil. Dengan menjaganya selalu bersih, akan meminimalisir kejadian yang tak diinginkan.

 

Namun, proses membersihkan mesin juga harus hati-hati. Baik itu berpasokan bahan bakar karburator, injeksi atau juga mesin diesel. Hindari tindakan mengguyur mesin dengan air secara langsung.

 

Banyak akibat yang bisa diderita jika langkah membersihkan mesin tak hati-hati. Pasalnya di ruang mesin terdapat sensor yang rentan terhadap air, baik itu soket yang berhubungan dengan kinerja mesin atau kelistrikan lainnya.

 

Seperti contoh soket TPS (throttle position sensor), lampu-lampu, kipas dan lainnya. Kalau saja hubungan antar soket terganggu atau soket tersebut terdapat lubang, sangat memungkinkan air menyusup ke dalam. Akibatnya bisa terjadi hubungan pendek.

 

 

Gambar 1

Hindari mesin di guyur air sekaligus

 


Lindungi soket dengan obat khusus

Gambar 2

 

 

 

jika kondisi dibiarkan, tentu tak lama kemudian akan berkarat. Efek selanjutnya dapat mengganggu kinerja komponen yang berhubungan. "Kalau soket sudah telanjur kena air, segera keringkan. Bisa gunakan angin bertekanan, pengering rambut atau lap biasa," ucap Dadang dari bengkel Gaya Motor di Pondok Bambu, Jaktim.

 

Menurut pria kelahiran Tasikmalaya ini ketika menggunakan angin bertekanan jangan terlalu dekat, menjaga supaya ikatan kabel di terminal tetap sempurna. Ketika proses pengeringan sudah selesai pastikan semua soket terhubung sempurna.

 

Selain soket yang juga perlu diperhatikan yakni jalur saringan udara, dan filter udara itu sendiri. Pastikan tak ada lagi air di jalur saringan udara. Karena kalau masih ada bukan tak mungkin air akan terisap ke saringan udara atau bisa juga justru terisap masuk karburator.

 

Jika saja terperangkap pada saringan udara, maka kinerja karburator untuk menarik udara dari saringan udara akan semakin berat.

 

Supaya terhindar dari akibat-akibat berat tersebut, lebih baik membersihkan mesin menggunakan kain basah dan kuas saja.

 

Lap komponen-komponen yang masih bisa dijangkau. Gunakan kuas, yang tentu saja sudah dibasahkan untuk membersihkan komponen yang sulit dijangkau dengan tangan biasa.

 

"Keuntungan menggunakan metode ini, pekerjaan bisa lebih detail. Jadi ruang mesin bersih lebih sempurna," ucap Susilo, kepala salon mobil Klir di Pondok Gede, Jaktim.

 

Sumber :Penulis/Foto: Toncil / Rio - otomotifnet.com



Sponsored Links

Lexus LF-Ch Kompetitor BMW Seri-1 dan Audi A3
Lexus, terus merentangkan sayap dan memperkuat daya saingnya di segmen mobil mewah. Bila sebelumnya,...

Kampas Kopling Jupiter MX gosong?
Bukan rahasia kalo Yamaha Jupiter MX, khususnya generasi awal punya kelemahan di kopling. Kampasnya ...

Awas onderdil palsu : Mau hemat harus cermat!
Suatu hari, si Amir sempat keder saat berbelanja sembako. Bukan sembako buat dapur di rumah, lo. Tet...


Copyright 2008-2015 Otomotif.web.id. All rights reserved. Privacy policy
Artikel dan komentar merupakan kontribusi tulisan dari sesama user, pergunakan dengan bijak
Klik tombol "Submit article" untuk memasukan artikel baru